Menu

Mode Gelap
OPINI : Seberapa Besar, Pengaruh Puasa Screen-Time Mengurangi Perilaku Konsumtif Teknologi Digital di Era AI Perang, Sebabkan Harga Plastik Ikut naik Selama 12 hari, Imunisasi Campak dilakukan di Kota Palu Terbakar, Bangunan Dekat Kompleks Palu Plaza Awali Haul Guru Tua ke 58, Festival Raudah digelar di Palu Hasil Sidak Walikota Palu, Taman Lasoso Tampak Rapi

Berita Hari Ini

Minimalisir Potensi Bencana di Desa Rogo, Ada Program Jaga Rogo di Sigi  

badge-check


					Minimalisir Potensi Bencana di Desa Rogo, Ada Program Jaga Rogo di Sigi   Perbesar

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau (TJSL) saat digelar di Desa Rogo, Kabupaten Sigi

Pertigasulteng.com – Selama 5 hari rangkaian Program Tanggung jawab sosial dan lingkungan atau (TJSL) bertajuk Jaga Rogo, digelar di Desa Rogo Kabupaten Sigi, dari tanggal 10 hingga 15 Februari yang lalu.

Program yang dilaksanakan PLN UPT Palu bekerjasama dengan Yayasan Rumah dua jari beserta sejumlah intansi lain tersebut, selain diisi dengan FGD terkait kesiapsiagaan Bencana, ada juga penyerahan paket siaga bencana.

Adapun pemberian paket bantuan siaga bencana seperti tenda siaga bencana, sirine peringatan dini, lampu darurat, senter dan headlamp, tali karmantel, life jacket, handy talky (HT), megaphone, tandu lipat, sepatu boot, helm keselamatan, terpal, perlengkapan kerja lapangan, serta emergency kit dan peralatan P3K.

Perwakilan BPBD Sigi Sri indawati mengatakan, program mitigasi bencana yang dilaksanakan di Desa Rogo, dimaksudkan agar masyarakat memiliki kepedulian terhadap langkah apa saja yang harus dilakukan ketika bencana seperti banji sewaktu- waktu terjadi.

Karena bagaimanapun menurutnya, standar operasional prosedur memang sangatlah dibutuhkan dalam proses penanganan ketika bencana melanda.

“penting pemahaman masyarakat terhadap standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan” Ungkapnya

Dalam program itu juga, PLN bersama Yayasan Rumah dua Jari beserta BPBD Sigi, tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai penanganan ketika bencana terjadi.

Langkah antisipasi seperti penanaman bibit pohon dilakukan dengan menanam sebanyak 110 bibit mahoni dan 200 bibit bambu disepanjang daerah yang dinilai ideal dalam melakukan resapan air.

Diketahui, untuk Pohon mahoni beserta bambu menjadi Tumbuhan yang ideal dalam menyerap air sehingga mengurangi potensi terjadinya bencana seperti banjir.  (Admin)

Baca Lainnya

OPINI : Seberapa Besar, Pengaruh Puasa Screen-Time Mengurangi Perilaku Konsumtif Teknologi Digital di Era AI

8 April 2026 - 11:08 WITA

Perang, Sebabkan Harga Plastik Ikut naik

7 April 2026 - 12:27 WITA

Selama 12 hari, Imunisasi Campak dilakukan di Kota Palu

7 April 2026 - 04:50 WITA

Terbakar, Bangunan Dekat Kompleks Palu Plaza

7 April 2026 - 02:43 WITA

Awali Haul Guru Tua ke 58, Festival Raudah digelar di Palu

29 Maret 2026 - 00:28 WITA

Trending di Berita Hari Ini