
FGD terkait Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Kakao Wilayah Sulawesi di Makassar. (Foto :Istimewa)
Pertigasulteng.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Poso dalam mendorong kebangkitan sektor kakao kembali ditegaskan. Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Kakao Wilayah Sulawesi di Makassar, Selasa (5/5).
Didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, kehadiran Wakil Bupati dalam forum tersebut, menjadi bukti keseriusan Pemkab Poso dalam memperjuangkan masa depan kakao sebagai salah satu penopang kesejahteraan masyarakat.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan, Arif Machfoed menekankan, bahwa Sulawesi memegang peran sentral sebagai penghasil sekitar 60 persen kakao nasional.
Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama, seperti produktivitas yang belum maksimal, keterbatasan peremajaan tanaman, serta rendahnya nilai tambah akibat dominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah.
“Penguatan ekosistem keuangan yang terintegrasi menjadi kunci, melalui sinergi petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Wakil Bupati Poso Soeharto Kandar menegaskan, pengembangan kakao bukan sekadar soal peningkatan hasil panen, tetapi menyangkut transformasi ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
“Pengembangan kakao di Kabupaten Poso harus berorientasi pada peningkatan kualitas, nilai tambah, dan kesejahteraan petani. Karena itu, kami terus mendorong penguatan akses pembiayaan, pendampingan teknis, serta hilirisasi agar kakao Poso mampu bersaing di pasar nasional bahkan global,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kakao yang berkelanjutan.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat petani harus berjalan beriringan agar potensi besar kakao Poso dapat dimaksimalkan.
“Kami berharap forum ini melahirkan langkah konkret yang mampu menjawab tantangan di lapangan sekaligus membuka peluang investasi dan akses pasar yang lebih luas bagi petani kakao di Kabupaten Poso,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam forum strategis ini, Pemerintah Kabupaten Poso menunjukkan kesiapannya menjadi bagian dari akselerasi kebangkitan industri kakao Sulawesi, sekaligus menjadikan komoditas tersebut sebagai pilar penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Admin)













