Menu

Mode Gelap
Protes Soal Family Visit Atau Cuti Keluarga, PT GNI Sebut akan Berlaku Januari 2027 Wabup Poso Jemput Peluang Besar Kakao Sulawesi di Forum Strategis Makassar Seleksi Talent Detection Jadi Langkah Strategis Cetak Bibit Unggul Futsal Sulteng OPINI : Seberapa Besar, Pengaruh Puasa Screen-Time Mengurangi Perilaku Konsumtif Teknologi Digital di Era AI Perang, Sebabkan Harga Plastik Ikut naik Selama 12 hari, Imunisasi Campak dilakukan di Kota Palu

Berita Hari Ini

Masalah Hak Cipta, Diangkat di Gelaran Mahakarya Hasan Bahasyuan

badge-check


					Masalah Hak Cipta, Diangkat di Gelaran Mahakarya Hasan Bahasyuan Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura saat menghadiri Gelaran Mahakarya Hasan Bahasyuan (Redaksi)

Pertigasulteng.com, Palu – Masih adanya Pelanggaran Hak cipta yang seringkali dilakukan Oknum tidak bertanggung jawab dalam sejumlah karya – karya Kesenian milik Hasan Bahasyuan, ikut diangkat di Gelaran Mahakarya Hasan Bahasyuan yang digelar Selasa (26/11).

Direktur Hasan Bahasyuan Institute Zulfikar Usman Mengatakan, masalah pelanggaran hak cipta khususnya terhadap karya – karya kesenian yang dihasilkan Hasan Bahasyuan selama ini, memang sampai saat ini masih terus menjadi masalah serius yang belum dapat terselesaikan.

Hal ini diharapkanya menjadi perhatian bersama, dikarenakan bagi seorang seniman, bentuk hak cipta menjadi sesuatu yang sangat penting sehingga karya yang dihasilkanya tidak disalahgunakan maupun dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Adapun bentuk pelanggaran hak cipta paling sederhana dijelaskanya, seperti tanpa menyebutkan nama pencipta dari karya tarian, Ketika tari tersebut dibawakan seperti Tari Pamonte di sebuah Event maupun Festival.

“contoh paling sederhana dan sering terjadi, Ketika tarian Hasan Bahasyuan seperti Tari Pamonte yang ditampilkan tanpa menyebutkan nama Hasan Bahasyuan sebagai pencipta” Jelasnya.

Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura pun mengakui, jika sosok Seniman Hasan Bahasyuan sampai saat ini menjadi seniman yang belum dapat tergantikan.

Karya – karyanya pun, sampai sekarang masih terus dimanfaatkan dan seringkali didengarkan, seperti lagu Palu Ngataku, Tanangu Kaili, serta sejumlah lagu lainnya.

Ia pun membayangkan, tanpa adanya Hasan Bahasyuan membuat Kesenian maupun kebudayaan Sulawesi Tengah menjadi sangat kering.

“saya membanyangkan, kalau tidak ada Hasan Bahayuan, kesenian Sulawesi Tengah ini sangatlah kering” Ungkapnya.

Ia pun berkomitmen, kedepan akan membangun Pavilium Teater dengan mencantumkan nama Hasan Bahasyuan, yang dalam keberadaanya nanti didedikasikan untuk pengembangan kesenian dan kebudayaan Sulawesi Tengah. (Redaksi)

Baca Lainnya

Protes Soal Family Visit Atau Cuti Keluarga, PT GNI Sebut akan Berlaku Januari 2027

6 Mei 2026 - 02:02 WITA

Wabup Poso Jemput Peluang Besar Kakao Sulawesi di Forum Strategis Makassar

5 Mei 2026 - 06:13 WITA

Seleksi Talent Detection Jadi Langkah Strategis Cetak Bibit Unggul Futsal Sulteng

4 Mei 2026 - 07:39 WITA

OPINI : Seberapa Besar, Pengaruh Puasa Screen-Time Mengurangi Perilaku Konsumtif Teknologi Digital di Era AI

8 April 2026 - 11:08 WITA

Perang, Sebabkan Harga Plastik Ikut naik

7 April 2026 - 12:27 WITA

Trending di Berita Hari Ini